"Kami sekarang yakin tanpa keraguan bahwa petugas tidak hanya menembak tetapi membunuh Fanta Bility, tetapi mereka juga melukai tiga orang muda lainnya," kata Jaksa Distrik Delaware, Jack Stollsheimer kepada CBS News.
"Mereka membalas tembakan ke sasaran yang salah, ke arah yang salah, dan ke sekelompok orang. Itu yang harus mereka pertanggungjawabkan," lanjutnya.
Stollsheimer mengatakan kantornya telah mengetahui sejak September tahun lalu bahwa peluru mematikan ditembakkan oleh petugas.
“Dia adalah cahaya yang terang, terang, bersinar, tipe orang yang membuat orang bahagia hanya dengan melihatnya. Dan kepergiannya adalah tragedi yang mengerikan,” terang seorang pengacara untuk keluarga Bility.
Sementara itu, pengacara untuk ketiga perwira itu merilis pernyataan bersama yang mempertahankan argumen jika mereka tidak bersalah. Pengacara menglaim ketga polisi itu juga menderita dan bersedih karena kekerasan yang tidak masuk akal ini.
"Ini adalah tragedi mengerikan yang disebabkan oleh penjahat bersenjata dan kekerasan yang mengubah pertandingan sepak bola sekolah menengah menjadi TKP di mana seorang anak yang tidak bersalah kehilangan nyawanya dan yang lainnya terluka parah," tambah pernyataan itu.
(Susi Susanti)