“Jadi di bagian tengah ini ada relung, tempat arca ini merupakan pengganjal relung. Kemudian ada dari bata di sini, dia pakai batu karena untuk relung, di bagian relung untuk nyimpan arca-arca, kayak jendela, tapi ada cekukan, dan di situ ada arca,” terangnya.
Di hari terakhir ekskavasi didapatkan bentuk candi yang kian jelas menyerupai candi – candi Siwa yang ada di Dieng, Jawa Tengah, dimana dengan bentuk pondasi tidak begitu besar, tetapi di bagian badannya membesar.
“Kalau gaya Jawa Tengahan itu tambun, tanpa perut kaki nyambung. Itu membutuhkan material yang lebih banyak, ini material runtuhan yang terlihat di dinding - dinding tanah ini sangat banyak,” tukasnya.
Baca juga: Sejarah Candi Tikus, Peninggalan Majapahit yang Jadi Sarang Tikus
(Fakhrizal Fakhri )