Misalnya, ada satu parpol didekati parpol diparlemen dan ditawari kerjasama dengan ditawari jabatan dirasa cocok lalu lepas dari koalisi. Sehingga kesolidan parpol non parlemen ini lebih diuji daripada parpol di parlemen.
“Sebab ini memperjuangan hal-hal baru. Untuk itu disarankan koaliasi parpol non parlemen ini membahas soal isu-isu yang menjadi kebutuhan publik saat ini, seperti isu komoditi bahan pokok termasuk juga penundaan pemilu, sehingga bisa terlihat, suara koalisi non parleman tersebut,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )