VINNYTSIA - Sebuah kota Ukraina yang jauh dari garis depan berduka atas meninggalnya para korban serangan rudal Rusia pada Jumat (15/7/2022). Termasuk seorang anak perempuan berusia 4 tahun dengan 'Down Syndrome'.
Ukraina mengatakan serangan yang terjadi pada Kamis (14/7/2022) di gedung perkantoran di Vinnytsia, sebuah kota berpenduduk 370.000 orang sekitar 200 km barat daya Kyiv, dilakukan dengan rudal jelajah Kalibr yang diluncurkan dari kapal selam Rusia di Laut Hitam. Serangan rudal Rusia menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai banyak orang.
Pemilik pusat medis mengatakan rudal-rudal itu menghancurkan pusat medis terdekat dan beberapa orang yang datang untuk perawatan dibakar hidup-hidup di mobil mereka di luar. Dua dokter terluka parah.
Baca juga: Ukraina: 70% Serangan Rusia Targetkan Non-Militer, Terjadi di Kota-Kota Damai
Serangan itu adalah yang terbaru dari serangkaian serangan Rusia dalam beberapa pekan terakhir menggunakan rudal jarak jauh di gedung-gedung padat di kota-kota jauh dari depan, masing-masing menewaskan puluhan orang.
Baca juga: 3 Roket Rusia Bombardir Vinnytsia Ukraina, 23 Orang Meninggal dan 100 Terluka
Sebagai ungkapan duka, warga menempatkan boneka beruang dan bunga di peringatan darurat.
Di antara yang tewas adalah Liza, seorang gadis 4 tahun dengan Down Syndrome, yang ditemukan di puing-puing di sebelah kereta bayi. Foto ketika dia mendorong kereta bayi yang sama, diposting oleh ibunya di blog kurang dari dua jam sebelum serangan, dan seketika langsung viral.
Dokter mengatakan ibunya yang terluka parah, Iryna Dmitrieva, dirawat di rumah sakit dan tidak diberitahu tentang kabar putrinya yang telah meninggal karena bisa mengancam kesehatannya.
"Dia menderita luka bakar, luka dada, luka perut, luka hati dan limpa. Kami telah menjahit organ-organ itu bersama-sama, tulang-tulangnya hancur seolah-olah dia melalui penggiling daging," terang Oleksandr Fomin, kepala dokter di Rumah Sakit Darurat Vinnytsia, dikutip CNA.