Di KTT Arab, Presiden Mesir Bilang Tiba Waktunya Mengakhiri Perang Saudara

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Minggu 17 Juli 2022 05:27 WIB
Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi (Foto : Al Jazeera)
Share :

JEDDAH - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menekankan telah tiba waktunya untuk bersama mengakhiri semua konflik kronis dan perang saudara yang telah berlangsung lama dan bahwa bergerak menuju masa depan untuk menangani krisis masa lalu.

Dirinya juga mencatat upaya bersama untuk memecahkan masalah di kawasan timur tengah, yakni penyelesaian krisis tidak akan berhasil tanpa mencapai solusi yang adil dan komprehensif dari masalah Palestina.

Dalam pidato yang dia sampaikan di KTT Keamanan dan Pembangunan Jeddah yang diselenggarakan oleh Kerajaan di Jeddah, dia menjelaskan bahwa kawasan itu menghadapi tantangan politik, pembangunan, dan keamanan yang berat, termasuk bahaya penyebaran terorisme yang memengaruhi stabilitas masyarakat kita dan juga, mengancam hak-hak generasi mendatang.

Presiden El-Sisi menyampaikan apresiasinya kepada negara-negara peserta KTT yang memiliki makna politik yang jelas dengan memperbaharui tekad untuk mengembangkan kemitraan antara negara-negara Arab dan AS, baik di tingkat bilateral maupun dalam kerangka regional yang lebih luas, dengan cara yang memungkinkan mereka untuk bergerak menuju cakrawala kerja sama yang lebih luas untuk memenuhi aspirasi dan kepentingan bangsa-bangsa untuk mencapai keuntungan bersama dan menjaga keamanan dan stabilitas seluruh kawasan.

“Krisis global dan regional yang memburuk terus dan semakin intensif, seperti pandemi Corona, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan penyebaran konflik bersenjata internasional dan regional, yang telah membayangi seluruh umat manusia, termasuk kita," ujarnya seperti dilansir dari SPA, Minggu (17/7/2022).

"Wilayah Arab, yang mengalami tantangan politik, pembangunan dan keamanan yang serius, termasuk risiko penyebaran terorisme dengan cara yang mempengaruhi stabilitas rakyat kita dan juga mengancam hak-hak generasi mendatang,” imbuhnya.

Presiden El-Sisi mempresentasikan pendekatan komprehensif yang mencakup rencana aksi lima sumbu untuk bergerak pada isu-isu prioritas pada tahap berikutnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan menuju kawasan yang lebih stabil dan sejahtera, yang diwakili dalam beberapa hal.

Pertama, bergerak menuju masa depan tergantung pada bagaimana menghadapi krisis yang meluas di masa lalu.

"Upaya bersama untuk menyelesaikan krisis kawasan, baik yang telah diselesaikan selama dekade terakhir atau yang masih berlangsung, hanya dapat berhasil dengan mencapai penyelesaian yang adil, komprehensif, dan final dari masalah Arab pertama, yang merupakan masalah Palestina," tuturnya.

Berdasarkan solusi dua negara, kata dia, referensi yang relevan dari legitimasi internasional dengan cara yang menjamin pembentukan negara Palestina merdeka di perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, untuk memastikan hak-hak Palestina dan hidup damai berdampingan dengan Israel.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya