Di KTT Arab, Presiden Mesir Bilang Tiba Waktunya Mengakhiri Perang Saudara

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Minggu 17 Juli 2022 05:27 WIB
Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi (Foto : Al Jazeera)
Share :

Juga membawa status baru yang memberikan perdamaian bagi orang-orang yang tinggal di kawasan itu dan dapat diterima dan ditoleransi serta memperkuat nilai-nilai koeksistensi dan perdamaian serta prospek yang terbuka dan diwujudkannya.

Karena itu, perlu untuk mengintensifkan upaya bersama, tidak hanya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian tetapi untuk membawanya kali ini ke solusi final dan tidak dapat diubah, untuk menjadi dorongan yang mendasari upaya perdamaian di kawasan itu.

Kedua, membangun masyarakat dari dalam atas dasar demokrasi, kewarganegaraan, kesetaraan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, menolak ideologi sektarian dan ekstremis, dan menjunjung tinggi konsep kepentingan nasional adalah penjamin stabilitas berkelanjutan dalam konsep komprehensifnya, melestarikan kemampuan rakyat, dan mencegahnya dibajak atau disalahgunakan.

"Untuk itu diperlukan penguatan peran negara nasional dengan identitas pemersatu, penopang pilar-pilar lembaga konstitusionalnya, pengembangan kapabilitasnya, dan kaderisasinya, untuk melaksanakan tugas-tugasnya dalam meletakkan dasar-dasar pemerintahan yang baik," ujarnya.

Ketiga, poros KTT Arab terkait dengan keamanan nasional Arab, yang merupakan bagian integral, dan kemampuan yang dimiliki negara-negara Arab dalam bekerja sama dengan mitranya sudah cukup untuk menyediakan kerangka kerja yang tepat untuk mengatasi setiap bahaya yang mengancam dunia Arab kita, dan bahwa prinsip-prinsip menghormati kedaulatan negara, tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Itu juga harus sama yang mengatur hubungan negara-negara Arab dengan tetangga regional mereka dan di tingkat internasional. Dalam konteks menyikapi konsep keamanan kawasan terpadu, kita tidak dapat gagal untuk menegaskan kembali perlunya mengambil langkah-langkah praktis yang mengarah pada hasil nyata menuju pembentukan zona bebas senjata pemusnah massal di Timur Tengah.

Keempat, terorisme tetap menjadi tantangan besar yang dialami negara-negara Arab selama beberapa dekade. Karena itu, kami memperbarui komitmen kami untuk memerangi terorisme dan ideologi ekstremis dalam segala bentuk dan citranya, untuk melenyapkan semua organisasinya dan milisi bersenjata yang ditempatkan di banyak bagian dunia Arab.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya