Tetapi para pejabat AS telah menyatakan bahwa kegiatan pengayaan uranium Iran telah jauh melampaui parameter kesepakatan nuklir pada 2015 dan jumlah waktu yang diperlukan bagi Iran untuk menghasilkan bahan fisil yang cukup untuk senjata nuklir telah dipersingkat menjadi hanya beberapa bulan.
Pada Juni lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan anggota parlemen bahwa program nuklir Iran sedang berjalan maju.
“Semakin lama ini berlangsung, semakin banyak waktu breakout turun … sekarang turun, menurut laporan publik, hingga beberapa bulan. Dan jika ini terus berlanjut, itu akan turun menjadi hitungan minggu,” terangnya.
Pemerintahan Biden memperhatikan setiap bidang kerja sama baru antara Iran dan Rusia dengan prihatin. Setiap bantuan rahasia Rusia ke Iran yang dapat meningkatkan upaya Iran untuk memproduksi senjata nuklir juga akan menandai perubahan signifikan dalam kebijakan Rusia, mengingat keanggotaan Rusia dari kelompok negara P5+1 yang telah menjadi bagian dari negosiasi untuk menghalangi program nuklir Iran.
“Seperti yang telah kami katakan, JCPOA tidak ada dalam agenda,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Adrienne Watson kepada CNN, merujuk pada nama resmi untuk kesepakatan nuklir Iran, Rencana Aksi Komprehensif Gabungan.
“Kami telah bekerja dengan mitra untuk mengekspos hubungan yang berkembang antara Iran dan Rusia – dan meminta pertanggungjawaban mereka. Kami akan tegas dalam melawan setiap kerja sama yang akan bertentangan dengan tujuan non-proliferasi kami,” lanjutnya.