Intelijen AS: Iran Cari Bantuan Rusia untuk Meningkatkan Program Nuklir

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 05 November 2022 15:36 WIB
Iran diduga mencari bantuan Rusia untuk program nuklirnya (Foto: Anadolu Agency)
Share :

Misi Iran untuk PBB dan Kementerian Luar Negeri Rusia tidak membalas permintaan wawancara dengan CNN.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan lalu mengatakan bahwa Iran mencari bantuan Rusia untuk program nuklirnya sebagai imbalan atas bantuan militer yang telah diberikannya ke Moskow, tetapi intelijen yang diperoleh AS tidak menunjukkan adanya ‘quid-pro-quo’ secara terbuka.

Sebaliknya, tawaran Iran ke Rusia tampaknya setidaknya sebagian dimotivasi oleh keyakinan di antara para pejabat senior Iran bahwa kesepakatan nuklir baru tidak akan dihidupkan kembali atau, jika demikian, tidak akan bertahan lama.

Sumber yang diberi pengarahan tentang intelijen mengatakan kepada CNN bahwa kekhawatiran Iran tampak paling akut selama musim panas, karena tampaknya mendekati kesepakatan nuklir baru dengan AS dan kekuatan dunia lainnya yang dikenal sebagai P5+1—sebuah kelompok yang mencakup Rusia. Ketakutan Iran adalah bahwa pemerintahan masa depan mungkin menarik diri dari kesepakatan, seperti yang dilakukan pemerintahan Trump pada 2018, sehingga ia mencari kesepakatan sampingan dengan Rusia yang akan memungkinkannya menyusun kembali program nuklirnya dengan cepat jika perlu.

CNN sebelumnya telah melaporkan bahwa Iran mencari jaminan dari AS bahwa pemerintahan masa depan tidak akan mengingkari kesepakatan itu—sebuah janji yang menurut AS tidak dapat dibuat.

Ditanya apakah kemitraan Iran-Rusia yang berkembang merupakan faktor dalam pembicaraan kesepakatan nuklir yang semakin tergelincir, seorang pejabat senior pemerintah memberikan pendapatnya ke CNN.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya