BEIJING - Jutaan pekerja urban mulai melakukan perjalanan di seluruh wilayah China pada Rabu menjelang puncak mudik perayaan Hari Raya Imlek, yang diperkirakan akan terjadi pada Jumat (20/1/2023) pekan ini.
Para pekerja, yang lepas dari belenggu ketika pihak berwenang bulan lalu mengakhiri tiga tahun pembatasan Covid-19 paling ketat di dunia, membanjiri stasiun-stasiun kereta dan bandara menuju kota-kota kecil dan pedesaan.
Gelombang perjalanan itu memicu kekhawatiran bahwa wabah virus tersebut akan meluas. Kalangan ekonom dan analis mengamati musim liburan, yang dikenal dengan Festival Musim Semi, untuk melihat tanda-tanda peningkatan konsumsi di negara ekonomi kedua terbesar dunia itu.
BACA JUGA: Mudik Imlek China, Kecelakaan Lalu Lintas Renggut 19 Nyawa dan 20 Terluka
Dikutip Antara, para pemimpin China berharap ekonomi kembali melaju setelah dihantam Covid.
Sebelumnya pada Selasa (17/1/2023), data Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan perlambatan ekonomi yang tajam di China.
BACA JUGA: Siap-Siap Imlek, China Perkirakan 2,1 Miliar Perjalanan Mudik yang Berlangsung Selama 40 Hari
Perlambatan ekonomi yang berlarut-larut dapat memperburuk tantangan kebijakan yang dihadapi Presiden Xi Jinping. Xi perlu menenangkan generasi muda yang turun ke jalan pada November lalu untuk memprotes kebijakan "nol-Covid".