TURKI - Seorang ayah dan anak perempuan, balita dan anak perempuan berusia 10 tahun termasuk di antara yang selamat yang ditarik keluar dari reruntuhan bangunan yang runtuh di provinsi Hatay, Turki selatan pada Minggu (12/2/2023). Seperti diketahui, gempa dahsyat magnitudo 7,8 telah mengguncang Turki hingga Suriah pada Senin (6/2/2023). Jumlah korban meninggal tercatat mencapai lebih dari 33.00 orang di kedua negara.
Saat upaya penyelamatan memasuki hari keenam, waktu bagi kru untuk menjangkau korban yang terperangkap hidup-hidup di bawah reruntuhan hampir habis, tetapi kru darurat masih menemukan korban selamat.
Video yang dirilis oleh Kota Istanbul menunjukkan penyelamat di Hatay menarik seorang gadis berusia 10 tahun melalui lubang di lantai bangunan yang rusak sebelum membawanya keluar dengan tandu.
Gadis itu, bernama Cudi, telah terjebak di puing reruntuhan selama 147 jam.
Dikutip Reuters, penyelamat juga menarik seorang anak kecil dari puing-puing bangunan yang runtuh di Hatay,. Sebuah video yang dirilis oleh kementerian kesehatan Turki menunjukkan anak itu terbaring diam di atas tandu, memar, dan tertutup debu, saat penyelamat membawanya ke tempat aman.
Di Hatay tengah, seorang pria dan putrinya yang berusia lima tahun, Emira, juga ditemukan hidup-hidup dari sebuah bangunan yang hancur.
Video yang dirilis oleh Kota Kocaeli pada Minggu (12/2/2023) menunjukkan penyelamat berbicara dengan Emira dan ayahnya saat mereka masih terjebak di bawah puing-puing.
"Halo gadis cantik, kami di sini untuk membawamu keluar," kata salah satu penyelamat.
Sementara itu, sekitar 180 km (110 mil) di sebelah utara Hatay, di kota Kahramanmaras, Muhammed Habib yang berusia 27 tahun membacakan Alquran kepada penyelamat selama operasi 10 jam untuk mengeluarkan dirinya dari reruntuhan puing.
Video yang diposting di media sosial menunjukkan Habib mengepalkan tinjunya ke udara, meneriakkan "Tuhan Yang Maha Besar", disambut sorak-sorai penyelamat di bawah saat dia akhirnya ditarik keluar dengan mesin.
(Susi Susanti)