Slamet mengatakan, kepulan asap tersebut sempat mengganggu warga untuk berusaha mengevakuasi, lalu datang kobaran api. Ia juga melihat sejumlah warga yang sudah tergeletak tak bernyawa.
"Asap doang ini semua, kita tiarap, begitu asap agak longgar baru kita ada korban, baru kita tarik," pungkasnya.
Sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Dua di antaranya anak-anak, sedangkan 50 orang lainnya mengalami luka-luka. Lalu diperkirakan korban masih terus bertambah.
(Fakhrizal Fakhri )