JAKARTA - Pertamina Patra Niaga buka suara terkait dengan penyataan salah satu warga korban kebakaran depo Pertamina Plumpang, yang menyebutkan bahwa keluarganya diberi uang dan diminta menandatangani surat pernyataan tidak menuntut Pertamina.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Deny Djukardi mengatakan, pihaknya akan melakukan konfirmasi terhadap warga yang merasa keberatan dengan adanya surat pernyataan yang diterima.
BACA JUGA:Cerita Korban Kebakaran Plumpang, Terima Rp10 Juta dan Tak Boleh Gugat Pertamina
"Nanti saya konfirmasi lagi ya berkaitan seperti itu karena kami juga masih mendata masing-masing korban, baik yang ahli warisnya, tentunya itu masih kita coba data. Kemudian terkait dengan pemberian (santunan) nanti saya konfirmasi dengan tim kami di Plumpang," Ucapnya di Posko RPTRA Rasela pada Senin (6/3/2023) malam.
Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait dengan kasus kebakaran hebat yang terjadi pada Jumat kemarin.
BACA JUGA:PPATK Blokir Rekening Rafael Alun Trisambodo dan Istrinya
Sebelumnya, salah satu korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang mengeluhkan adanya hal yang tidak menyenangkan dalam peristiwa itu. Korban bernama Iriyanto mengatakan bahwa keluarganya mendapat arahan untuk tidak menuntut Pertamina setelah menerima uang santunan.
Iriyanto menjelaskan, hal itu bermula saat orangtuanya yang bernama Iriana (65) tewas saat kebakaran. Kemudian saat hendak memakamkan, adik kandungnya diberi uang Rp10 juta dari PT Pertamina Patra Niaga di RS Polri Kramatjati saat menunggu proses penyerahan jenazah ibunya
"Ibu saya kan di RS Polri, pas lagi mau bawa jenazah ke dalam mobil, adik saya diserahin duit sama kertas," kata Iriyanto saat ditemui di kediamannya, RW 01 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Senin (6/3/2023).
Dalam prosesnya penyerahannya, Iriyanto menilai adanya serangan psikologis yang dirasakan sang adik, Sulistiawati, yang diminta untuk menandatangani surat bermaterai, yang berisikan keluarga tidak menggugat ataupun menuntut Pertamina atas alasan apapun nantinya.
"Bu ini dari Pertamina buat biaya pemakaman, tanda tangan di sini. Adik saya main tanda tangan aja, enggak dibaca lagi semuanya. Nggak tahunya di bawahnya ada tulisan lagi," kata Iriyanto.