JAKARTA - Pelopor kecerdasan buatan atau yang dikenal Artificial Intelligence (AI) Geoffrey Hinton mundur dari Google per April 2023. Alasan ia pamit dari perusahaan teknologi raksasa tersebut lantaran AI berpotensi berbahaya karena dinilai dapat memiliki kecerdasan melebihi manusia.
Ketua Bidang Hukum Internal DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Christophorus Taufik menilai, perkembangan AI perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya dengan maraknya penggunaan ChatGPT.
"ChatGPT salah satu model bahasa paling canggih yang semula dikembangkan oleh openAI. Sekarang kita bisa menulis artikel dengan sangat cepat bahkan yang saya dengar sudah dilakukan percobaan pembuatan tesis dengan menggunakan teknologi hasilnya lebih baik dari yang dibuat secara manual oleh manusia," kata pria yang karib disapa Chris saat dihubungi, Kamis (4/5/2023).
Menurut Chris, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari oleh siapapun dan di negara mana pun. Untuk itu, ia menilai Pemerintah melalui instansi terkait perlu mengeluarkan regulasi guna menghindari potensi negatif dari penggunaan AI di Tanah Air.
"Sudah waktunya Pemerintah melalui Kementerian terkait mulai mempersiapkan regulasi-regulasi yang dipandang perlu dalam pengaturan penggunaan berbagai aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT," ujarnya.