"Sedangkan faktor lain yaitu mahalnya biaya transportasi ata angkutan, karena beberapa daerah belum bisa mencukupi kebutuhan telur ayam ras didaerahnya. Sehingga masih supply membutuhkan dari daerah lain," ucap Whisnu.
Di sisi lain, kata Whisnu, harga telur mengalami kenaikan juga lantaran tingginya permintaan dari masyarakat. "Tingginya permintaan kebutuhan masyarakat," tambah Whisnu.
Diketahui, dalam beberapa hari ini, masyarakat mengeluhkan tingginya kenaikan harga telur per-kilogramnya mencapai di angka Rp40 ribu. Padahal, telur merupakan salah satu bahan pokok konsumsi rakyat.
(Fakhrizal Fakhri )