Polemik Sistem Pemilu, Melihat Kelebihan dan Kekurangan Proporsional Tertutup dan Terbuka

Arief Setyadi , Jurnalis
Minggu 04 Juni 2023 13:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

Kendati demikian pada sistem ini juga ada kelemahan yang sifatnya fundamental. Menurut Shoim, yakni akan ada demarkasi antara anggota legislatif yang dipilih partai politik dengan konstituen yang mencoblos partai politik.

Dalam konteksi ini, anggota legislatif terpilih terkesan hanya mewakili kepentingan partai politik dan bertanggung jawab kepada partai politik. Sebab, partai politik yang memilih mereka untuk menjagi anggota legislatif.

Melihat pro kontra yang ada, Shoim menilai sistem campuran atau hybrid bisa menjadi alternatif atau jalan tengah. Kendati sistem ini akan lebih kompleks karena menggabungkan dua sistem proporsional terbuka dan tertutup.

Shoim menambahkan, sistem ini tidak sederhana sehingga diperlukan kajian yang mendalam secara komprehensif. “Tentu diperlukan fokus dan perhatian serius untuk mengkaji lebih jauh sistem campuran ini,” katanya.

“Karena menggabungkan dua unsur sistem Pemilu, sama halnya mengawinkan dua unsur yang saling berlawanan. Tetapi dengan kerja jangka panjang ketidakcocokan itu akan menjadi kelebihan dari sistem campuran,” pungkasnya.

Isu mengenai sistem Pemilu mencuat dari pernyataan ahli hukum tata negara Denny Indrayana. Di mana, dirinya mengaku mendapat informasi bahwa MK akan memutuskan Pemilu 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya