GAZA - Militer Israel mengatakan pihaknya berhasil membunuh seorang komandan Hamas dalam serangan yang tepat ke pusat distribusi makanan di Rafah, di Jalur Gaza selatan.
Mereka mengidentifikasi dia sebagai Mohammed Abu Hasna dan menuduhnya sebagai seorang "operasi pendukung tempur" di sayap militer Hamas di wilayah Rafah.
Seorang pria dengan nama itu ada dalam daftar lima kematian yang diberikan oleh pejabat kesehatan.
Pada Rabu (13/3/2024) malam, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pesawatnya secara tepat menargetkan dan melenyapkan seorang teroris di Unit Operasi Hamas di wilayah Rafah, Mohammed Abu Hasna, tanpa menyebutkan fasilitas UNRWA.
“Dia juga terlibat dalam mengambil kendali bantuan kemanusiaan dan mendistribusikannya kepada teroris Hamas,” terangnya, dikutip BBC.
“Selanjutnya, [Abu] Hasna mengoordinasikan kegiatan berbagai unit Hamas, serta berkomunikasi dan mengaktifkan operasi lapangan Hamas. [Abu] Hasna juga bertanggung jawab atas ruang operasi intelijen yang memberikan informasi mengenai posisi IDF untuk digunakan di Hamas serangan,” ungkapnya.
Ketua UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan serangan terhadap fasilitas UNRWA menjadi hal yang lumrah karena secara terang-terangan mengabaikan hukum kemanusiaan internasional.
"Serangan hari ini terhadap salah satu dari sedikit pusat distribusi UNRWA yang tersisa di Jalur Gaza terjadi ketika persediaan makanan semakin menipis, kelaparan meluas dan, di beberapa daerah, berubah menjadi kelaparan,” ujarnya.
“Setiap hari, kami membagikan koordinat semua fasilitas kami di Jalur Gaza dengan pihak-pihak yang berkonflik. Tentara Israel menerima koordinat termasuk fasilitas ini kemarin,” lanjutnya.