BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, aktivitas Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara masih tinggi, Rabu (1/5/2024).
Hal itu ditandai dengan masih teramatinya asap berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 500-700 m di atas puncak.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid mengatakan, ada enam rekomendasi yang harus ditaati masyarakat seiring masih tingginya aktivitas Gunung Ruang yang saat ini berada pada Level IV atau Awas.
"Pertama masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 7 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang," ucap Wafid dalam keterangannya.
Kedua, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengosongkan daerah dalam radius 7 kilometer dari Gunung Ruang.
"Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang berada dalam radius 7 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 7 km," ungkapnya.
Ketiga, pihaknya kembali memperingatkan adanya potensi lontaran batuan pijar dan tsunami akibat letusan Gunung Ruang.
"Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut/runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut," katanya.
Keempat, masyarakat di sekitar Gunung Ruang juga dihimbau menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.
"Kelima masyarakat di sekitar G. Ruang diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ruang dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas G. Ruang melalui aplikasi MAGMA Indonesia," imbuhya.
Terakhir, pihaknya meminta Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
(Awaludin)