Sebagai bentuk antisipasi, Amerika Serikat sering kali terlibat dalam upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan. Misalnya, Amerika sering mendorong perundingan dan resolusi damai untuk menghindari eskalasi konflik.
Selain itu, AS juga memberikan dukungan militer dan bantuan kepada sekutu-sekutunya, termasuk Israel, untuk memastikan bahwa kebijakan luar negeri mereka selaras dengan kepentingan strategis Amerika.
Meskipun Amerika Serikat mungkin tidak secara eksplisit “takut” akan serangan Israel ke Lebanon, pihak Washington memiliki kekhawatiran dan kepentingan yang signifikan terkait potensi memanasnya konflik. Kepentingan ini didorong oleh faktor-faktor strategis dan diplomatik yang lebih besar yang mempengaruhi stabilitas regional dan hubungan internasional.
Oleh karena itu, meskipun ketakutan mungkin tidak menjadi istilah yang tepat, kekhawatiran dan langkah-langkah proaktif jelas merupakan bagian dari pendekatan Amerika untuk menjaga stabilitas dan mengelola risiko di kawasan yang kompleks ini.
(Maruf El Rumi)