Adapun tujuh prajurit yang telah berhasil dievakuasi, yakni Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Kori, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio, Serda Marinir Rein Pasaike, dan Koptu Marinir Edi Haryono.
TNI AL juga memastikan pemenuhan hak-hak keluarga prajurit yang gugur, di antaranya melalui pemberian santunan, jaminan pendidikan bagi anak-anak prajurit, serta pendampingan berkelanjutan.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI, Muhammad Ali menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya 23 prajurit terbaik Korps Marinir tersebut.
Kasal menegaskan, dedikasi dan loyalitas para prajurit merupakan wujud pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pengabdian para prajurit ini akan selalu dikenang dan terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut sebagai teladan pengabdian tanpa batas,” ujar Kasal.
(Awaludin)