JAKARTA – Ruben “Nemesio” Oseguera Cervantes, atau yang dikenal sebagai “El Mencho”, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) Meksiko, tewas dalam operasi militer di Negara Bagian Jalisco, Meksiko bagian barat, pada Minggu (22/2/2026). Ini menjadi akhir dari sepak terjang pria yang disebut sebagai musuh publik nomor satu dan menyudahi terornya.
Oseguera adalah mantan polisi yang berasal dari latar belakang pedesaan sederhana di Negara Bagian Michoacán, Meksiko bagian barat. Ia membantu mendirikan CJNG sekitar tahun 2009 setelah memisahkan diri dari Kartel Sinaloa.
Ketika pindah ke Amerika Serikat sebagai imigran ilegal pada 1980-an, ia sudah terlibat dalam kejahatan dengan menanam ganja di negara bagian asalnya. Berbagai penangkapan di AS menyusul, saat ia semakin terlibat dalam kejahatan narkotika di California, sebelum akhirnya dijatuhi hukuman beberapa tahun penjara.
Nemesio Oseguera kemudian dideportasi kembali ke Meksiko pada usia 30 tahun dan mulai sepenuhnya terlibat dalam aktivitas kartel. Ia bekerja untuk Kartel Milenio, yang berbasis di Michoacán, kota kelahirannya, dan tumbuh dalam reputasi sebagai bos yang licik dan kejam.
CJNG di bawah kepemimpinannya menjadi organisasi yang brutal: sering memenggal kepala, melarutkan tubuh manusia dalam zat asam, melakukan eksekusi di depan publik, membunuh wanita dan anak-anak, serta meledakkan fasilitas.
Ratusan bahkan ribuan korban ditemukan dalam kantong plastik di Meksiko dalam keadaan mutilasi. Sementara itu, anggota CJNG mengenakan senjata dan perlengkapan tempur, menebar ketakutan di kalangan warga maupun penegak hukum.
Ia berada di posisi ideal ketika kartel tersebut pecah, dan dari sisa-sisanya CJNG muncul dengan El Mencho sebagai pemimpin.
Melalui kombinasi ekspansi teritorial dan kelincahan dalam mengalihkan aktivitas kartel ke bisnis ilegal baru yang menguntungkan, ia mengubah kelompok tersebut menjadi kekuatan kriminal dominan di Meksiko.
Pihak berwenang AS terus meningkatkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya, bahkan pernah menawarkan hingga USD 15 juta, menempatkannya di antara buronan paling dicari di dunia.
Kepemimpinannya dan kartelnya diuntungkan oleh runtuhnya Kartel Sinaloa setelah ekstradisi pemimpinnya, Joaquín “El Chapo” Guzmán, ke Amerika Serikat. Pertempuran antar faksi di Sinaloa akhirnya melemahkan kelompok tersebut.
CJNG kemudian menyedot sebagian besar perdagangan fentanyl setelah jatuhnya putra-putra El Chapo. Salah satunya, Joaquín Guzmán López, menyerahkan diri kepada pihak berwenang AS dan menjatuhkan saingan terbesar kelompoknya, Ismael “El Mayo” Zambada.
El Mencho jelas diuntungkan oleh kekosongan dan rangkaian peristiwa dramatis di Sinaloa. Namun, seperti yang sering terjadi dalam dunia narkoba Meksiko, mahkota itu tidak lama ia sandang.
Pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum menggambarkan penangkapan salah satu buronan paling dicari di Meksiko sebagai sebuah kemenangan, dan hal ini digaungkan di Washington. Namun kini, ia harus menghadapi anggota kartel yang melakukan pembalasan dengan membakar jalanan di kota-kota di seluruh negeri.
(Rahman Asmardika)