Awas Narasi Liar, Publik Diminta Cermati Naskah Kerjasama RI–AS

Arief Setyadi , Jurnalis
Rabu 25 Februari 2026 13:15 WIB
Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Negeri Makassar, Harris Arthur Hedar (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Perjanjian Perdagangan Resiprokal atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menjadi perbincangan di media sosial. Beragam spekulasi bermunculan, mulai dari kekhawatiran kebocoran data pribadi hingga isu penghapusan kewajiban sertifikasi halal.

Menurut Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Negeri Makassar, Harris Arthur Hedar, menjaga kedaulatan tidak cukup dengan respons emosional. Namun, harus dilandasi pemahaman menyeluruh terhadap substansi aturan.

Masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru bereaksi hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar. Literasi terhadap dokumen resmi dinilai menjadi kunci agar diskusi tetap proporsional.

“Bangsa kita ini rasanya jadi sering berdebat bukan karena kekurangan informasi, tetapi karena kelebihan potongan informasi. Satu orang membaca judul lalu yakin. Yang lain menonton video 30 detik lalu marah. Padahal, kalau kita sungguh ingin menjaga kedaulatan, langkah pertama adalah membaca utuh dan berimbang," kata Harris, dikutip Rabu (25/2/2026).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya