JAKARTA - Indonesia menilai solusi dua negara merupakan jalan damai berkelanjutan untuk Palestina. Untuk itu, Indonesia berkomitmen mengusahakan agar solusi dua negara bisa terwujud.
“Ya, Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun untuk solusi yang berkelanjutan. Menurut kami, satu-satunya solusi yang berkelanjutan adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka,” kata Presiden RI Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral dengan Raja Yordania, Yang Mulia King Abdullah II, di Istana Basman, Amman, Yordania, Rabu (25/2/2026) sore waktu setempat.
Berpijak dari pemikiran ini, Prabowo melanjutkan, Indonesia memutuskan untuk bergabung ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Di dalam BoP, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggagas 20 poin perdamaian yang mengarah pada solusi dua negara.
BoP dibentuk usai Trump mengajukan 20 poin perdamaian untuk Gaza dan disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada 18 November 2025.
“Kami mendukung rencana 20 poin Presiden Trump itu. Semuanya bertujuan dan berupaya untuk mencapai solusi yang berkelanjutan tersebut (solusi dua negara),” kata Prabowo.
Dalam hal ini, Yordania pun sepakat bahwa solusi dua negara harus diwujudkan untuk kemerdekaan Palestina. Bagi Prabowo, kesamaan ini akan memperkuat perjuangan menuju keberhasilan.
“Kami merasa bahwa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang kami coba lakukan di Gaza,” katanya.
Raja Yordania menyampaikan apresiasi atas kepedulian Indonesia terhadap rakyat Palestina dan peran aktif era pemerintahan Prabowo dalam upaya perdamaian.
“Saya tahu Anda (Prabowo) berkomitmen untuk menghadirkan perdamaian dan ketenangan, dan sekali lagi komitmen Anda yang sangat berani untuk melindungi rakyat Gaza sangat penting,” ujar Raja Abdullah II.
(Erha Aprili Ramadhoni)