Pemicu Banjir Garoga Sumut Disebut Akibat Curah Hujan Ekstrem 

Arief Setyadi , Jurnalis
Rabu 04 Maret 2026 21:42 WIB
FGD bertajuk Mendalami Dampak Operasi Penambangan Terhadap Permasalahan Bencana Lingkungan: Studi Kasus DAS Garoga, Untuk Resolusi Berbasis Keilmuan (Foto: Ist)
Share :

Sudirman menegaskan pentingnya kebijakan yang adil dan berbasis data. “Setiap keputusan yang diambil harus adil, transparan, dan bebas dari tekanan opini yang tidak berbasis data. Kami berharap hasil konsensus pakar ini menjadi dasar utama bagi Pemerintah dalam mengambil keputusan yang bijaksana untuk memulihkan operasional industri strategis nasional,” ujarnya. 

Dewan Pakar PERHAPI Irwandy Arif menjelaskan bahwa kegiatan pertambangan memang memiliki risiko lingkungan, namun setiap perusahaan wajib menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik (good mining practice) secara konsisten, termasuk seperti yang dilakukan PTAR. Ia menyebut infrastruktur seperti sistem drainase dan settling pond terbukti membantu menahan limpasan air sebelum dialirkan secara terkontrol.

Irwandy juga menegaskan secara hidrologi dan morfologi, lokasi Tambang Emas Martabe terpisah dari wilayah terdampak banjir bandang di DAS Garoga. Dari sisi sistem aliran air maupun bentuk lahan, lokasi tambang disebut tidak berada dalam satu sistem yang sama dengan area banjir tersebut.

Sementara Koordinator Tim Riset CENAGO ITB, Heri Andreas, memaparkan hasil kajian terhadap banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ia menyimpulkan bahwa banjir dan longsor akhir November 2025 dipicu cuaca ekstrem terkait fenomena Siklon Tropis Senyar dengan anomali presipitasi yang jarang terjadi. 

Curah hujan tercatat pada kategori ekstrem 150–300 mm per hari hingga sangat ekstrem di atas 300 mm per hari, dengan model probabilitas pada kategori R700 hingga R1000, sementara regulasi mitigasi pemerintah umumnya menetapkan standar hingga R50.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya