JAKARTA - Banjir yang merendam Kampung Jati, Jakarta Timur sejak kemarin malam, Sabtu 21 Maret 2026 membuat sejumlah warga terjebak dan gagal berkumpul dengan keluarga saat momen Lebaran Idul Fitri 1447 H. Banjir yang mengepung permukiman membuat warga tak bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.
Hal tersebutlah yang dirasakan Jaelani, warga RT 013/03 Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Jika banjir tak melanda permukimannya, ia seharusnya sudah berada di rumah sang anak untuk merayakan Lebaran bersama.
"Jadi memang sebetulnya kan hari kedua Lebaran, kami punya rencana untuk pergi ke saudara, ke anak khususnya di daerah Cileungsi," kata Jaelani, Minggu (22/3/2026).
Rencana untuk berkunjung ke rumah sang anak sebenarnya telah ia siapkan sejak sore hari. Ia bahkan berniat menginap agar bisa lebih lama berkumpul di momen Lebaran.
"Bahkan, kemarin sore sudah punya rencana untuk menginap juga di sana, tapi karena hujan deras kemudian air sudah naik, ya tidak jadi, digagalkan," ujarnya.
Harapan untuk memeluk sang anak saat momen Lebaran pun pupus imbas banjir tersebut. Sebab, ia disibukkan membereskan rumah yang masih tergenang banjir setinggi sekitar 30 cm.
"Ya karena terjadi banjir ini kami tidak bisa ke mana-mana," ujarnya.
Ia menceritakan, air mulai menggenangi permukimannya usai Sholat Magrib kemarin, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Ketinggian air terus bertambah secara bertahap hingga mencapai 1 meter.
"Hampir mencapai 1 meter di gang sini, lebih, 1 meter lebih," ujarnya.
(Arief Setyadi )