Operasi Ketupat 2026, Polri Catat 251 Kecelakaan dan 17 Orang Meninggal

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Senin 23 Maret 2026 15:01 WIB
Operasi Ketupat 2026, Polri Catat 251 Kecelakaan dan 17 Orang Meninggal (Jonathan Simanjuntak)
Share :

JAKARTA - Satgas Humas Operasi ketupat mencatat sebanyak 251 kecelakaan terjadi hingga hari ke-11 operasi ketupat 2026 atau hingga Senin (23/3/2026). Adapun sebanyak 17 orang tercatat meninggal dunia pada aspek lalu lintas.

"Di bidang lalu lintas, Polri mencatat 251 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta," ujar Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Marupa Sagala, Senin (23/3/2026).

Marupa menambahkan, aspek penegakan hukum lalu lintas, tercatat 11 pelanggaran. Rinciannya ialah 5 pelanggaran melalui sistem ETLE dan 6 pelanggaran non-ETLE, serta 5 teguran kepada pengguna jalan.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama," ujar Marupa.

Marupa juga mencatat data volume lalu lintas pada Minggu (22/3/2026) menunjukkan masih banyak kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui empat gerbang tol utama. Ia memaparkan 168.159 kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta.

"Meningkat 65,79 persen dibandingkan volume normal dan naik 2,06 persen dibandingkan Lebaran tahun 2025," ucapnya.

Sementara, kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 kendaraan, turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal. Namun, jumlah itu meningkat 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

 

Polri juga menyampaikan, arus lalu lintas saat ini terpantau mulai melandai dan telah kembali normal dua arah. Hal ini seiring penghentian rekayasa lalu lintas sistem one way berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan secara real time.

Meski demikian, arus balik mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yaitu pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.

"Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya