LAMPUNG - Ribuan pemudik roda dua atau motor mulai memadati Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, pada arus balik Lebaran, Senin (23/3/2026).
Berdasarkan pantauan Okezone, ribuan motor memenuhi buffer zone atau zona tunggu kapal khusus motor di Pelabuhan Bakauheni. Tidak tanggung-tanggung dua lajur buffer zone yang telah disiapkan penuh dengan antrean kendaraan yang menunggu untuk memasuki kapal.
Selain itu, para pemudik motor terpantau berdatangan dari arah jalur arteri Bakauheni menuju pintu masuk pelabuhan. Memakai alat keselamatan seperti helm sembari membawa barang bawaan dan oleh-oleh di bagian depan dan belakang, mereka satu per satu tertib masuk ke area buffer zone yang telah disediakan.
Salah satu pemudik asal Tangerang, Maemanah (42), yang memulai perjalanan dari Lampung, mengaku memilih kembali ke Tangerang hari ini demi menghindari kepadatan kendaraan pada puncak arus balik Lebaran gelombang pertama yang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.
Selain itu, ia masih harus silaturahmi dengan saudaranya yang lain di Tangerang. Terlebih ia harus kembali bekerja pada Kamis, 26 Maret 2026.
"Soalnya mau silaturahmi ke saudara juga yang lain. Kalau macet mah memang kalau ini (hari puncak) ya macet. Kalau itu kan kerja hari Kamis jadinya ngejar waktu,” ucap Maemanah saat diwawancarai, Senin (23/3/2026).
Sebagai seorang pemudik yang rutin melewati Pelabuhan Bakauheni, ia menyebut arus mudik di Pelabuhan Bakauheni tahun cukup berbeda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya cenderung padat dan tidak beraturan, Maemanah merasa arus balik tahun ini lebih rapi.
“Rapian tahun ini kayaknya agak tertib ya,” cetus dia.
Sebagai informasi, dalam arus balik Lebaran 2026, pemudik motor tidak didistribusikan terpisah seperti pada arus mudik motor dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan. Namun, pemudik motor pada masa arus balik semuanya dipusatkan di Pelabuhan Bakauheni.
Berdasarkan data terakhir dari pihak ASDP Cabang Bakauheni per 22 Maret 2026, tercatat sudah ada 5.248 kendaraan yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni feri Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.
(Erha Aprili Ramadhoni)