“Salah satu yang kami pikirkan dulu, dengan Pak Juwono dan kemudian dengan Pak Purnomo Yusgiantoro sebagai Menteri Pertahanan, bagaimana Indonesia memiliki Universitas Pertahanan. Jangan sampai kita belajarnya malah ke negara lain, padahal kita kaya dengan pengalaman perang,” tuturnya.
Kontribusi Juwono, lanjut dia, tidak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga diplomasi yang menurutnya sama penting bagi Indonesia di tengah dinamika global.
“Bagi saya waktu itu pertahanan dan diplomasi sama-sama pentingnya. Dunia seperti ini Indonesia memerlukan para diplomat yang tough, yang smart, yang mengerti dunia dan Indonesianya,” ujarnya.
(Arief Setyadi )