Lebih lanjut, Lucky mengatakan, prajurit TNI yang beragama Nasrani turut beribadah bersama masyarakat. Kehadiran TNI tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga bagian dari rakyat.
"Momentum hari besar keagamaan menjadi jembatan kemanusiaan antara prajurit dan masyarakat. Papua adalah rumah besar kita bersama," tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga keamanan dan kekhidmatan perayaan Paskah menjadi bukti bahwa nilai religius dan semangat nasionalisme dapat berjalan beriringan dalam memperkuat keutuhan NKRI.
"Papua menunjukkan wajahnya sebagai tanah penuh harapan, di mana cinta kasih, toleransi, dan persatuan menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa," pungkasnya.
(Awaludin)