Kubu JK Ungkap Ada Gerakan Terpola Penyebaran Video Ceramah, Diramaikan Ade Armando-Abu Janda

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Selasa 28 April 2026 21:33 WIB
Kubu JK Ungkap Ada Gerakan Terpola Penyebaran Video Ceramah, Diramaikan Ade Armando-Abu Janda (tangkapan layar Youtube iNews)
Share :

JAKARTA - Kuasa hukum Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), Abdul Haji Talaohu, menduga ada gerakan terpola dalam penyebaran potongan video ceramah kliennya soal mati syahid. Ia menjelaskan, potongan video itu kemudian diramaikan sejumlah tokoh politik.

Abdul Haji mengungkapkan hal ini dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Kisruh, Video Ceramah Dipotong, JK: Saya Difitnah' di iNews, Selasa (28/4/2026).

"Saya bilang bahwa ini ada gerakan yang terpola. Ade Armando di Cokro TV. Kemudian di Youtube ada dua orang lagi yang hostnya. Lalu bersamaan Permadi Arya. Lalu muncul juga Grace Natalie mengatakan bahwa Pak JK ini memang agak bermasalah, kayak gitu. Lalu datang Sahat Sinurat," ujar Abdul Haji.

Menurutnya, Ade Armando, Permadi Arya (Abu Janda), hingga Grace Natalie sengaja memainkan sentimen dalam pernyataan JK perihal mati syahid di potongan video tersebut.

Padahal, kata dia, seharusnya Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat mengkaji lebih dulu video tersebut sebelum membuat laporan polisi.

"Lihat dulu, pantaskah tokoh sebesar Pak JK itu melakukan penistaan agama. Sementara kita akan periksa rekam jejak beliau," tutur Abdul Haji.

Ia menjelaskan, JK telah diakui sebagai tokoh perdamaian oleh dunia internasional. Bahkan, kata dia, JK telah diberi penghargaan gelar doktor honoris causa (HC) oleh sejumlah kampus, baik di dalam maupun luar negeri.

"Jadi bagaimana Pak JK dengan segala ketokohannya yang menyelesaikan konflik antaragama tadi, lalu bisa menista agama. Ini kan tidak masuk dalam nalar kita, nalar publik seorang intelektual atau masyarakat umum," katanya. 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya