Ayu juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.
“Segenap manajemen Transjakarta menyampaikan keprihatinan atas musibah ini. Semoga proses evakuasi berjalan lancar, aman, dan seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan sebanyak tujuh orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sebanyak 81 orang mengalami luka-luka, dan tiga orang masih terperangkap di dalam kereta.
“Saya meng-update jumlah korban kecelakaan kereta tadi malam. Korban meninggal dunia tujuh orang, luka-luka sebanyak 81 orang, dan masih ada tiga orang yang terperangkap di dalam kereta,” ujar Bobby dalam konferensi pers.
Ia menambahkan, proses evakuasi telah berlangsung sekitar delapan jam dan dilakukan dengan sangat hati-hati.
(Awaludin)