Dalam kondisi tubuh masih nyeri akibat benturan, Subur mengaku hanya memikirkan keselamatan istrinya. Dengan sisa tenaga, ia berusaha mencari dan mengevakuasi Yunita yang sudah tak sadarkan diri.
“Kami semua terpental. Setelah itu sempat nggak ingat apa-apa. Istri saya pingsan, saya masih sempat bangun dan cari dia. Saya seret dari dekat pintu supaya ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Sementara itu, Yunita mengaku baru tersadar saat sudah berada di lantai dua Stasiun Bekasi Timur setelah dievakuasi. Saat itu, ia merasakan kakinya tidak bisa digerakkan.
“Saya sadar sudah di lantai atas stasiun. Kondisinya semua orang luka-luka. Kaki saya nggak bisa digerakkan sama sekali, darah juga sempat keluar dari hidung,” ucap Yunita.
Ia menambahkan, sesaat setelah terpental, dirinya masih sempat sadar meski merasakan nyeri hebat di bagian kaki sebelum akhirnya pingsan.
“Pas terpental masih sadar, tapi kaki terasa kram dan sakit sekali. Setelah itu saya nggak ingat apa-apa, tahu-tahu sudah di atas,” pungkasnya.