JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkap adanya peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mendorong Presiden Prabowo Subianto, memutuskan melakukan pembenahan terhadap sistem perlintasan kereta api di Indonesia.
Hal itu bermula ketika Dasco menghubungi Presiden usai meninjau langsung lokasi kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Rel Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4) malam.
Melalui sambungan telepon dengan Presiden, kata Prasetyo, Dasco menyampaikan kondisi korban serta aspirasi yang disampaikan Wali Kota Bekasi dan Kapolda Metro Jaya terkait pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api, pos penjagaan, serta kondisi sarana perkeretaapian seperti minimnya palang pintu perlintasan.
Dasco juga menyampaikan upaya penyelesaian jangka panjang dengan mengusulkan percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal di Bekasi yang sebelumnya terhambat anggaran. Usulan tersebut disebut telah disampaikan kepada Presiden dan telah mendapat persetujuan.
Atas aspirasi tersebut, kata Mensesneg, Presiden merespons cepat dengan menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi serta menyiapkan anggaran Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 perlintasan kereta di Pulau Jawa.
“Wakil Ketua DPR RI, Pak Dasco, langsung menghubungi Bapak Presiden pada malam terjadinya insiden kecelakaan KA di Bekasi. Dari hasil komunikasi tersebut, Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian,” kata Prasetyo, Kamis (30/4/2026).