Jaksa Respons Pedas Kritik Rocky Gerung di Sidang Nadiem

Nur Khabibi, Jurnalis
Senin 11 Mei 2026 20:35 WIB
Rocky Gerung (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roy Riady merespons pernyataan aktivis Rocky Gerung terkait jalannya persidangan kasus dugaan korupsi Chromebook dengan terdakwa mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Roy menilai, Rocky hanya menyaksikan jalannya persidangan dalam waktu singkat sehingga tidak dapat menganalisis keseluruhan proses persidangan secara utuh.

“Sidang lima bulan, nonton satu jam, dua jam, langsung berstatement, biasa ya kan. Bagaimana dia bisa menganalisis sebuah peristiwa, fakta hukum, dengan alat bukti,” kata Roy saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5/2026).

“Justru orang-orang luar itulah yang menjadi sarana bagaimana Pak Nadiem memaksakan untuk menggunakan Chrome,” ujarnya.

Lebih lanjut, Roy mempertanyakan alasan Nadiem tidak melibatkan pihak internal Kemendikbudristek dalam pengambilan keputusan.

“Apa tidak ada orang pintar di Kemendikbud itu? Seperti itu,” ucapnya.

 

Sebelumnya, Rocky Gerung menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dengan terdakwa Nadiem Makarim pada Senin (11/5/2026).

“Saya mengajar legal reasoning. Saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di dalamnya ada defect, ada karat politik, ada karat pesanan, segala macam. Hanya itu yang ingin saya uji,” kata Rocky.

Berdasarkan pengamatannya di ruang sidang, Rocky menilai jaksa kesulitan menghubungkan fakta menjadi alat bukti atas tuduhan terhadap Nadiem.

“Saya kira jaksa pintar, tetapi dia kelelahan menghubungkan fakta menjadi bukti, bukti menjadi tuduhan. Di situ dia gagal saya kira,” ujarnya.

Rocky juga menyoroti keberadaan tim khusus yang dibawa Nadiem ke Kemendikbudristek. “Bukankah itu fungsi kementerian? Seorang menteri kalau melihat kementeriannya kurang mampu, ya dia membawa orang-orang pintar. Itu bukan kriminal,” katanya.

“Jaksa kelelahan mengubah chatting WhatsApp menjadi what's wrong. WhatsApp ya WhatsApp, sedangkan what's wrong itu pembuktian nalar. Nah nalarnya mungkin belum sampai,” sambung Rocky.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya