"Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR," sambungnya.
Menurutnya, polisi tidak menjelaskan maksudnya penutupan Jalan tersebut. Permintaan massa agar polisi membuka Jalan tersebut tidak direspons baik, sehingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas kepolisian.
"Sempat (bersitegang). Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga," tuturnya.
Ia menegaskan, massa aksi tetap akan memaksa untuk menyampaikan aspirasinya di area Bundaran HI dan tidak akan memindahkan lokasi unjuk rasa. Sebab lokasi tersebut merupakan kesepakatan bersama massa aksi.
"Sejauh ini sepakat bahwasanya kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan Presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri," tuturnya.
Adapun, disampaikan Dimas jumlah massa aksi yang tertahan berjumlah 700 orang. Mereka datang dengan menggunakan armada 14 bus.
(Awaludin)