Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2026 14:10 WIB
Ilustrasi.
Share :

ALJIR - Setidaknya 11 orang, termasuk anak-anak, tewas dan 19 lainnya luka-luka dalam kebakaran di sebuah panti asuhan di ibu kota Aljazair, kata pihak berwenang negara Afrika Utara itu pada Kamis (16/7/2026).

Kebakaran terjadi sebelum subuh di sebuah asrama di fasilitas perawatan anak yang dikelola negara di Mohammadia, distrik timur Aljir. Sepuluh dari korban luka menderita luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, dua mengalami kesulitan bernapas, dan tujuh dirawat karena "syok psikologis", tulis otoritas Perlindungan Sipil Aljazair di Facebook, sebagaimana dilansir RT.

Organisasi tersebut mengatakan lima orang lainnya dengan kebutuhan khusus telah dievakuasi ke tempat aman, sementara petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api.

Perdana Menteri Sifi Ghrieb mengunjungi para korban yang menerima perawatan di Rumah Sakit Zeralda untuk luka bakar parah dan Rumah Sakit Universitas Mustapha Pacha di Aljir.

Berbicara atas nama Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, Ghrieb menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengatakan negara sepenuhnya bersolidaritas dengan mereka yang terkena dampak, menurut pernyataan resmi. Ia juga memerintahkan pihak berwenang untuk memberikan perawatan medis dan psikologis yang komprehensif bagi para korban luka serta dukungan bagi keluarga yang berduka.

Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.

Aljazair sebelumnya pernah mengalami kebakaran fatal di lembaga-lembaga yang menampung orang-orang rentan. Pada September 2019, delapan bayi tewas ketika kobaran api melanda bangsal bersalin sebuah rumah sakit di kota El Oued bagian timur. Layanan darurat menyelamatkan 11 bayi lainnya, lebih dari 100 wanita, dan 28 pekerja rumah sakit.

 

Kebakaran panti asuhan ini terjadi saat Aljazair berjuang melawan gelombang kebakaran hutan di beberapa provinsi. Pada Kamis, layanan Perlindungan Sipil mengatakan bahwa kru mereka telah menanggapi 115 kebakaran hutan, semak belukar, pertanian, dan perkebunan kurma selama 24 jam sebelumnya.

Disebutkan bahwa 89 titik api telah sepenuhnya dipadamkan, 14 berada di bawah pengawasan setelah berhasil dipadamkan, dan 14 lainnya masih aktif. Pesawat pemadam kebakaran, detasemen regional, dan unit mobile telah dikerahkan ke beberapa daerah yang terkena dampak. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam pembaruan tersebut.

Kebakaran hutan merupakan bahaya yang berulang setiap musim panas di Aljazair bagian utara dan timur. Panas ekstrem, vegetasi kering, dan angin kencang dapat menyebabkan api menyebar dengan cepat. Bank Dunia menggambarkan kebakaran hutan sebagai ancaman yang semakin sering terjadi di negara tersebut dan mengaitkan meningkatnya risiko tersebut dengan perubahan iklim.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya