20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Gempa Megathrust Ancaman Nyata

Binti Mufarida, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2026 12:30 WIB
Tsunami (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Share :

Ketujuh, korban terbesar berasal dari tsunami, bukan gempa. Gempa sendiri saat itu hampir tidak merusak. Yang menimbulkan lebih dari 668 korban jiwa adalah tsunami. Ini menunjukkan bahwa bahaya terbesar di pantai selatan Jawa bukan hanya gempa, tetapi tsunami. Pelajaran penting bahwa mitigasi pesisir harus memberi perhatian yang sama besar pada ancaman tsunami.

Kedelapan, tsunami dapat terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa. Peristiwa tsunami Pangandaran membuktikan bahwa seluruh pantai selatan Jawa berada pada zona subduksi megathrust aktif. Wilayah yang terdampak saat itu meliputi Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, Cilacap, Kebumen, Purworejo, hingga Bantul. Pelajarannya, semua kabupaten pesisir selatan Jawa harus memiliki budaya dan masyarakat siaga tsunami. Korban jiwa dapat ditekan melalui kesiapsiagaan terhadap potensi gempa megathrust yang memicu tsunami.

Sekira 20 tahun setelah Pangandaran, Indonesia telah memiliki sistem peringatan dini tsunami, peta bahaya tsunami, jalur evakuasi, sekolah lapang gempa dan tsunami, serta Tsunami Ready UNESCO di beberapa kawasan.

"Namun pekerjaan belum selesai. Pelajaran terbesar yaitu keberhasilan penanggulangan tsunami bukan diukur dari banyaknya korban yang berhasil diselamatkan setelah bencana, tetapi dari sedikitnya korban yang harus diselamatkan karena masyarakat sudah siap sebelum tsunami datang," ujarnya.

Daryono kembali menegaskan bahwa peristiwa tsunami Pangandaran 2006 menjadi salah satu tonggak penting yang mendorong penguatan sistem peringatan dini tsunami nasional dan peningkatan budaya kesiapsiagaan masyarakat pesisir.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya