Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak ketiga yang hingga kini belum menerima pembayaran.
"Itu yang menyebabkan kami mungkin minta maaf kepada seluruh pihak ketiga, yang mungkin ada tagihan kepada BGN belum bisa semuanya kami laksanakan, kami bayarkan karena masih ada proses," tuturnya.
Agustina kemudian merinci sejumlah tunggakan yang masih harus diselesaikan BGN, yakni:
1. Belanja bahan: Rp16,12 miliar
2. Sertifikasi SPPG: Rp111,63 miliar
3. Jasa konsultan: Rp200 juta
4. Sewa kendaraan insidentil: Rp121,95 juta
5. Honor narasumber: Rp812,97 juta
6. Jasa lainnya (termasuk event organizer, publikasi, dan lainnya): Rp330 miliar
7. Utang kepada Universitas Pertahanan (Unhan): Rp7,39 miliar
8. Perjalanan dinas: Rp684,39 juta
9. Bantuan Pemerintah MBG: Rp100,64 miliar
10. Belanja modal/aset: Rp1,04 triliun
"Totalnya Rp1,609 triliun. Tapi Insyaallah kami akan lunasi, kami akan selesaikan di tahun 2026 ini," pungkas Agustina.
(Awaludin)