JAKARTA - Seorang remaja berinisial A (16) tewas dikeroyok menggunakan senjata tajam ketika tawuran di Koja, Jakarta Utara. Polisi sudah menangkap 10 orang terkait peristiwa tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya tak bosan-bosan mengingatkan warga untuk meninggalkan tawuran.
"Saya sekali lagi nggak bosen-bosen meminta kepada siapapun yang melakukan tawuran itu untuk menghentikan tawuran di Jakarta supaya energinya disalurkan dengan hal-hal yang lebih positif, lebih produktif," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Sebagai upaya menghentikan tawuran, Pemprov DKI Jakarta telah membangun sarana olahraga agar warga menyalurkan energinya pada kegiatan positif. Lokasinya bahkan berdiri di area rawan tawuran.
"Contohnya yang kami bangunkan untuk skateboard, kemudian ring tinju, di tempat yang memang dulu tawurannya sering terjadi," ujarnya.
Mengenai tawuran di Koja, Pramono menegaskan dirinya akan terjun langsung untuk mendalami apa yang selama ini menjadi penyebab dua kelompok melakukan aksi saling serang. Ia menilai tawuran kerap dipicu persoalan sepele yang kemudian menjadi konflik besar.
"Nah, kemudian di Koja ini kan terus terang saya sedang apa ya mendalami apa sih penyebab utamanya. Karena tawuran sering terjadi karena hal-hal kecil, balap motor, nongkrong bareng-bareng, bahkan main catur pun bisa jadi tawuran kalau apa di antara mereka kemudian tidak akrab atau tidak akur," tuturnya.