Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa pembangun fisik bukanlah tujuan akhir. Infrastruktur adalah sarana untuk mendongkrak produktivitas warga dan mengikis ketimpangan ekonomi.
Berdasarkan catatan Kementerian PU, sepanjang tahun 2025 saja, telah dibangun sekitar 13 ribu hektare jaringan irigasi baru serta rehabilitasi pada 123 ribu hektare jaringan irigasi eksisting. Jika dihitung secara keseluruhan termasuk penanganan irigasi daerah, intervensi pemerintah telah menjangkau lebih dari 589 ribu hektare lahan pertanian.
Selain fokus pada sektor pengairan dan konektivitas jalan daerah melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD), perhatian Kementerian PU juga tertuju pada pembangunan prasarana sosial.
Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai kemiskinan dari akar bawah. Sepanjang tahun 2025, ratusan sekolah keagamaan dan madrasah direhabilitasi, serta lebih dari 160 Sekolah Rakyat rintisan diselesaikan. Pada tahun 2026, program ini terus dipacu melalui pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen.
Namun tidak hanya itu, kesiapsiagaan tanggap bencana juga menjadi ujian nyata kehadiran negara. Memasuki pertengahan 2026, seluruh akses jalan nasional dan jembatan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana berhasil dipulihkan secara fungsional menggunakan prinsip build back better.
Di tengah keterbatasan ruang fiskal dan dinamika ekonomi global, Kementerian PU mencatatkan tingkat realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai lebih dari 95 persen.
"Namun keberhasilan tidak hanya diukur dari besarnya penyerapan anggaran, melainkan kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, dan azas manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," tutup Jemmy.
(Fahmi Firdaus )