Program pengembangan bawang putih Polri telah berjalan sejak 2025. Hingga 2026, total lahan yang dikembangkan mencapai 948 hektare dengan produksi panen basah sekitar 9.480 ton.
Pelaksanaan program juga melibatkan jajaran kewilayahan Polri. Sebanyak 14 Polda dan 59 Polres telah berpartisipasi dengan luas lahan tanam mencapai 279,53 hektare serta estimasi produksi sebesar 2.795,4 ton.
Untuk wilayah Jawa Barat, penanaman dilakukan di lahan seluas 44,58 hektare dengan potensi hasil panen mencapai 445,8 ton. Lahan tersebut berasal dari sejumlah sumber, termasuk PTPN, Dinas Pertanian, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Dedi mengatakan perluasan lahan budidaya akan dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas produksi bawang putih nasional. "Jumlah produksinya juga akan bertambah seiring penambahan lahan," katanya.
Menurut Dedi, pengembangan bawang putih bukan sekadar meningkatkan produksi komoditas pertanian. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.