JAKARTA - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026). Gempa besar tersebut merupakan rangkaian susulan dari gempa M7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa M5,8 tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 8,35° LS dan 120,63° BT atau sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto, Kamis (20/8/2026).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan masyarakat, intensitas V-VI MMI dirasakan di Kabupaten Manggarai, IV MMI di Kabupaten Nagekeo, III-IV MMI di Kabupaten Manggarai Barat, serta III MMI di Kabupaten Sikka.
Pada intensitas V-VI MMI, getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan warga terkejut dan berlari keluar rumah, sementara sejumlah kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak dapat terjadi.
Wijayanto menjelaskan gempa M5,8 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026.
“Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 06.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.422 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2,” ujarnya.