Semangat perjuangan itu kemudian diwujudkan melalui berbagai tindakan, mulai dari melucuti persenjataan Jepang, menyalurkan senjata kepada badan-badan perjuangan dan wilayah lain, hingga terlibat dalam perlawanan terhadap pasukan Sekutu.
Dalam upacara Hari Juang Polri 2026, Kapolri selaku inspektur upacara memimpin mengheningkan cipta dan membacakan kembali Naskah Proklamasi Polisi.
Pembacaan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan para pendahulu harus terus diwariskan dan diwujudkan sesuai dengan tantangan zaman.
Jika dahulu perjuangan kepolisian diarahkan untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, kini semangat tersebut diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi pembangunan nasional. Kondisi yang aman dan kondusif memungkinkan aktivitas masyarakat berjalan dengan baik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa.