Namun, pemantauan pada Minggu (23/8) pukul 06.00 WIB menunjukkan jumlah hotspot kembali meningkat menjadi 44 titik.
Menhut mengatakan penanganan akan dilakukan berdasarkan lokasi titik panas dengan melibatkan berbagai unsur. Operasi terpadu tersebut melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta dukungan water bombing dari BNPB.
"Insyaallah nanti kita akan koordinasi bagaimana kemudian pasukan darat, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan juga water bombing kita arahkan ke tempat-tempat yang memang sangat perlu," ujarnya.
Penguatan operasi udara juga dilakukan dengan menambah satu armada water bombing. Menhut menyebut BNPB akan mendatangkan satu helikopter tambahan dari Riau untuk membantu penanganan karhutla di Kalsel.
"Kita dapat informasi tadi dari BNPB akan ada penambahan satu water bombing lagi, helikopter yang diambil dari Riau, dibawa dari Riau," tuturnya.
Menurut Menhut, helikopter tersebut dialihkan sementara dari Riau karena kondisi karhutla di wilayah tersebut relatif lebih terkendali.
"Riau alhamdulillah angkanya lebih rendah lagi, jadi kita pinjam dulu sementara dari teman-teman untuk penambahan water bombing di Kalimantan Selatan ini," pungkasnya.
(Awaludin)