JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono harus berjuang selama setahun untuk mendapatkan hati sang istri, Tati Mulya. Pertemuan AM Hendropriyono dan Tati jauh dari nuansa romantis.
Keduanya bertemu di tempat latihan karate yang dipimpinan Sensei Latif. Hendropriyono saat itu tinggal asrama Kopassus yang sama dengan Latif. Dia tak sengaja mendengar Sensei Latif menelepon Tati untuk datang latihan. Dari situ timbul keinginan Hendro untuk bertemu dengan wanita misterius itu.
Pertemuan itu pun terjadi, AM Hendropriyono langsung jatuh hati dengan kecantikan paras Tati. Namun berbeda dengan Tati, ia mengaku tak merasakan apa-apa saat pertama kali bertemu dengan prajurit Kopassus yang kelak menjadi suaminya itu.
Saat itu, Tati yang menyandang sabuk kuning harus mengikuti ujian kenaikan tingkat di kelas karate. Sementara Hendropriyono yang memegang sabuk cokelat bertugas mengawasi ujian long march yang menempuh jarak sekitar 57 kilometer dari Ambarawa hingga Magelang. Kesempatan ini tak disia-siakan Hendropriyono untuk mendapatkan perhatian Tati.
Gebrakan pertamanya adalah dengan meminjamkan topi kepada Tati agar tidak terlalu panas tersengat sinar matahari. Lucunya, Hendropriyono tak berani meminjamkan langsung kepada sang pujaan hati tapi melalui Sensei Latif.
Perhatian kecil itu ternyata membuat hati Tati berbunga-bunga. Mulai tumbuh di hatinya benih-benih cinta kepada sang prajurit. "Dulu dititipin topi saja sudah senang banget," kata Tati dikutip dari buku Love Story, Kisah Cinta Tokoh-Tokoh Terkemuka terbitan Harian Seputar Indonesia (2009), dikutip, Minggu (13/9/2026).