Ia juga menegaskan, keberadaan ruang-ruang kosong di dalam kapal menjadi hal yang perlu diwaspadai ketika dilakukan penyelaman. Perbedaan tekanan udara di dalam ruang tersebut dapat membahayakan keselamatan penyelam apabila dibuka atau dimasuki saat berada di dalam air.
"Ini menjadi kesulitan kedua pada saat tadi saya sampaikan ada kesulitan terkait kondisi cuaca bahwa kemampuan manusia untuk menyelam ternyata harus mengikuti aturan yang ada," sambungnya.
Syafii menyampaikan, akan berkoordinasi dengan unsur-unsur SAR lainnya untuk menentukan metode yang tepat dalam melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan korban.
"Ini menjadi bahan koordinasi kita, kita akan melaksanakan diskusi, dan kita melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan baik itu pengalaman atau pendidikan, ini yang akan kita kembangkan," pungkasnya.
(Arief Setyadi )