JAKARTA – Bencana yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir kembali mengingatkan tingginya aktivitas gempa di Tanah Air. Kondisi ini tidak terlepas dari posisi Indonesia yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.
Deputi Bidang Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas), Moh. Barokna Haulah, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu antisipasi dalam menghadapi bencana.
“Kami meminta kepada masyarakat untuk selalu antisipasi dalam menghadapi bencana,” ujarnya saat Seminar Nasional Kebencanaan dan memperingati 40 tahun pengabdian SAR Universitas Hasanuddin (SAR Unhas), di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, Kehadiran SAR Unhas bersama relawan dan akademisi sangat membantu tim Basarnas untuk memperkuat ekosistem penanggulangan bencana yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan.
Di tempat yang sama, mantan anggota DPR RI Umar Arsal menambahkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“Letaknya di garis khatulistiwa, jalur Ring of Fire, serta pertemuan tiga lempeng tektonik utama membuat Indonesia menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor hingga cuaca ekstrem,” ujarnya.
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini mengatakan, Tim SAR Unhas berpengalaman turun di berbagai bencana besar di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran tim menunjukkan bahwa kesiapsiagaan dan penanganan yang tepat dapat membantu meminimalkan korban jiwa.
"Peningkatan literasi kebencanaan, sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, serta kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )