JAKARTA - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengecam dugaan upaya kelompok Houthi menargetkan kota suci Makkah. Ia bahkan menyebut kelompok bersenjata asal Yaman tersebut sebagai "milisi teroris". Pernyataan itu disampaikan Raja Salman dalam rapat kabinet pada Selasa 22 September 2026, menurut laporan Saudi Press Agency (SPA).
Sikap tersebut menjadi salah satu intervensi langka Raja Salman dalam isu keamanan terkini, sementara urusan pemerintahan sehari-hari lebih banyak dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Dilansir dari Aljazeera, Rabu (23/9/2026). Raja Salman menyebut dugaan penargetan Makkah sebagai "kejahatan keji" yang dinilai menjadi provokasi terhadap umat Muslim di seluruh dunia. Ia juga memuji militer dan aparat keamanan Saudi karena menjaga keamanan negara serta menghadapi setiap agresi yang mengancam tempat-tempat suci, jemaah, warga negara, dan penduduk Kerajaan.
Namun, klaim tersebut dibantah pihak Houthi. Pemimpin Houthi Abdel-Malik al-Houthi menyebut tuduhan Saudi sebagai kebohongan dan menyangkal bahwa kelompoknya menargetkan Makkah.
Insiden tersebut disebut Saudi sebagai upaya kedua untuk menargetkan Makkah, setelah serangan rudal pada 2017. Pemerintah Saudi juga menyatakan keamanan dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan prioritas utama.