Alkom Kapal Induk KRI Sriwijaya Masih Standar NATO, TNI AL Lakukan Retrofit

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Kamis 24 September 2026 13:06 WIB
TNI AL Lakukan Retrofit Kapal Induk KRI Sriwijaya/Okezone
Share :

JAKARTA - Kapal induk pertama Indonesia, KRI Sriwijaya-100, akan menjalankan tugas usai resmi bergabung ke dalam jajaran armada TNI Angkatan Laut (AL).

Namun, TNI AL masih menunggu arahan lebih lanjut terkait apakah kapal eks Angkatan Laut Italia itu akan langsung menjalani retrofit atau lebih dulu ditugaskan dalam operasi.

Adapun retrofit membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan, yakni proses modernisasi, perbaikan, dan penyesuaian sistem kapal agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, kondisi KRI Sriwijaya-100 saat ini masih sangat baik dan siap dioperasikan.

"Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kondisi kapal seperti yang bapak-bapak ibu-ibu sudah lihat ke dalam, kondisinya masih sangat baik, siap operasional," kata Ali usai prosesi reflagging di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

Saat ini, TNI AL masih perlu melengkapi sejumlah sistem komunikasi sebelum kapal dapat melaksanakan penugasan secara penuh. Sebab, perangkat komunikasi bawaan Italia menggunakan standar NATO sehingga tidak dapat digunakan oleh Indonesia.

"Peralatan komunikasi yang punya Italia itu kan versi NATO. Mereka tidak akan menggunakan atau memberikan itu kepada kita, kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri yang sudah siapkan nantinya untuk membuat kapal ini siap berlayar dan melaksanakan tugas-tugas yang telah kita rencanakan," ujarnya.

Ali menjelaskan, pengawakan kapal kini telah sepenuhnya diisi oleh personel TNI AL. Sebanyak 400 prajurit disiapkan untuk mengoperasikan kapal tersebut, termasuk menjalani pelatihan lanjutan.

"Pengawakan juga sudah full oleh Angkatan Laut Indonesia, oleh TNI Angkatan Laut. Ada sejumlah 400 kru dan nantinya mereka juga sambil belajar, karena yang belajar pertama hanya 100 orang," katanya.

 

Selain itu, TNI AL juga akan menyiapkan pilot helikopter agar mampu beroperasi dari geladak KRI Sriwijaya-100.

"Dan juga kita akan melatih pilot-pilot helikopter kita. Nanti ke depan jenis S-70 itu bisa beroperasi dari kapal ini," ucapnya.

Terkait langkah berikutnya, Ali mengatakan keputusan retrofit maupun penugasan awal masih menunggu perintah pimpinan.

"Mungkin dalam waktu dekat. Tapi kita lihat apabila ada penugasan untuk kapal ini dalam waktu dekat, maka penugasan dulu baru retrofit. Tapi itu tergantung nanti perintah dari atasan," katanya.

Menurut dia, proses retrofit nantinya akan dikerjakan bersama oleh PT PAL Indonesia dan galangan kapal Italia, Fincantieri.

Ali menambahkan, KRI Sriwijaya-100 memiliki fleksibilitas tinggi untuk mendukung berbagai operasi, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti penanganan bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kalau menggunakan kapal induk ini untuk karhutla, bencana alam, ini sangat memungkinkan sekali. Jadi kapal ini sangat fleksibel," ujarnya.

Dia juga menyebut jika kondisi kapal masih prima. Hal itu dibuktikan dari pelayaran selama sekitar 20 hari dari Italia menuju Indonesia tanpa kendala.

"Anda lihat perjalanan selama 20 hari dari Itali tidak mengalami permasalahan sama sekali. Jadi ini menunjukkan bahwa kapal ini masih kondisinya sangat baik,"tutup Ali.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya