JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berencana membebaskan biaya pendidikan di satuan pendidikan negeri, mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Rencana itu disambut baik sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan.
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional, Yuddy Chrisnandi, menyebut rencana tersebut sebagai terobosan yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas. Menurutnya, pendidikan yang lebih terjangkau dapat membuka peluang mobilitas sosial bagi kelompok masyarakat tersebut.
"Saya sejak masuk Sekolah Dasar hingga menyelesaikan Doktor sepenuhnya belajar di sekolah negeri. SD, SMP, SMA saya di sekolah negeri di Cirebon, S1 saya di Unpad, S2 dan S3 saya di UI, semuanya sekolah yang dibiayai negara. Biayanya masih terasa ringan bagi orangtua saat itu dibandingkan sekolah swasta, namun tetap tidak mudah melaluinya dengan berbagai keperluan belajar lainnya. Terlebih di era sekarang, biaya sekolah menjadi beban yang cukup berat bagi para orang tua, bahkan bagi yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri," ujar Yuddy dalam keterangannya, dikutip Jumat (25/9/2026).
Selain dikenal sebagai akademisi, Yuddy memiliki pengalaman di pemerintahan dan diplomasi. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) periode 2014–2016 serta dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Ukraina dengan akreditasi rangkap Georgia dan Armenia pada 2017–2021. Berdasarkan pengalaman tersebut, ia menilai persoalan pembiayaan pendidikan masih menjadi tantangan bagi keluarga kelas menengah maupun masyarakat berpenghasilan rendah.