JAKARTA - Delegasi Indonesia walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar New York, Amerika Serikat (AS), Kamis 24 September 2026. Sikap delegasi Indonesia mendapat apresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"MUI memberikan apresiasi atas sikap tegas Indonesia melakukan walk out saat pidato presiden Israel di Sidang PBB," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, tindakan tersebut sebagai dukungan terhadap Palestina yang selama ini terus diserang Israel. "Ini sebagai bentuk komitmen dan konsistensi terhadap dukungan perjuangan kemerdekaan Palestina, dan perjuangan antipenjajahan, yang selama ini dilakukan oleh rezim Israel," ujarnya.
"Perlu dilanjutkan dengan langkah-langkah politik, termasuk boikot," sambungnya.
Selain Indonesia, delegasi dari lebih dari 70 negara lainnya ikut walk out dari ruang sidang. Beberapa delegasi lain, seperti Yordania dan Mesir, tak ada di meja sebelum Netanyahu naik podium.
Momen saat delegasi RI meninggalkan meja ruang sidang terekam dan viral di media sosial. Tampak dalam satu video, begitu pimpinan sidang mengumumkan bahwa Netanyahu akan menyampaikan pidato, para delegasi berdiri kemudian meninggalkan ruangan, menyebabkan antrean ke pintu keluar.
Bukan hanya berjalan keluar, para delegasi juga meneriaki dan mencemooh Netanyahu. Pimpinan sidang pun dibuat sibuk, berkali-kali menyerukan agar semua delegasi menjaga ketertiban.
Merasa kesal ditinggal banyak delegasi hingga ruang yang tadinya penuh berubah menjadi sepi, Netanyahu mengecam dan menyebut mereka sebagai pengecut.
"Jika ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang," kata Netanyahu, sambil terus dicemooh.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengecam Turki, Iran, hingga Wali Kota New York Zohran Mamdani yang menyebutnya dengan anti-Semit. Menurut dia, sejak Mamdani terpilih, banyak orang Yahudi di kota metropolitan itu tidak merasa aman.
(Arief Setyadi )